Menunda (Syukur) Kenikmatan


“Banyak jalan menuju roma” sebuah pepatah yang tak jarang terdengar dan menghiasi kehidupan manusia, bahkan menjadi semboyan dalam meraih setiap tujuan yang harus diperjuangkan, karena pada dasarnya setiap perjuangan memiliki jalan dan nilai juang masing.

Tak sedikit alumni sekolah dasar/menengah/tinggi yang memilih untuk bergegas mengabdikan diri kepada dunia untuk mendapatkan kemuliaan duniawi. Tak jarang pula yang memilih untuk melanjutkan perjuangan dan menunda untuk mendapatkan kemuliaan duniawi, ini semua sah-sah saja.

*****

Pilihan ada ditangan setiap manusia, tak patut adanya intervensi dalam setiap pilhan karena itu akan melanggar kemerdekaan manusia itu sendiri.

Banyak orang yang saat ini sudah mendapatkan pekerjaan yang mungkin diidamkan oleh setiap orang dan saat ini kita rasakan, tetapi rasa syukur selalu terabaikan. Banyak yang menginginkan sekolah dan mungkin yang saat ini kita rasakan, tapi rasa syukur ini kembali terabaikan. naudzu billah

Kadang banyak tawaran yang menghampiri untuk bergabung dalam dunia kerja dengan gaji yang luar biasa tapi kita menolaknya bahkan diberikan secara cuma-cuma kepada temannya. Orang lebih memilih untuk berkalana mengarungi kehidupan yang belum tentu jelas arah tujuannya,  ini semata-mata bukan karena tidak bersyukur melainkan hanya untuk mencari bekal hidup yang dirasa masih sangat kurang dan terbatas sehingga perlu untuk menambah bekal dengan cara memilih untuk sekolah, mondok atau yang sejenisnya dengan biaya mandiri dan bekerja freelance dengan gaji yang tak seberapa, ini bukan dalam artian tidak bersyukur melainkan semata-mata ingin menunda kenikmatan yang menjadi iming-iming dalam pekerjaan tersebut.

Makannya orang yang berpuasa berbeda dengan makannya orang yang tidak berpuasa, meskipun menu yang disuguhkan sama tanpa sedikitpun yang berbeda mungkin ini analogi yang tepat untuk judul diatas.

Menikmati setiap kenikmatan agar terasa nikmatnya

Perlu kita pahami, dalam setiap pilihan hidup tidak akan lepas dari konsekuensi, siapapun pelakunya pasti mendapatkan konsekuensi sama yang sesuai dengan kapasitas dan tanggungjawabnya.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s