MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEWARGANEGARAAN (CIVICS SKILL) SISWA DENGAN PEMBELAJARAN MODEL PROJECT CITIZEN


oleh: Moh Syaiful Hafid*

Pembelajaran yang selama ini kita rasakan berjalan dengan verbalistik dan berorientasi semata-mata kepada penguasaan isi dari mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Pengamatan terhadap praktek pembelajaran sehari-hari menunjukkan bahwa pembelajaran difokuskan agar siswa menguasai informasi yang terkandung dalam materi pelajaran dan kemudian dievaluasi seberapa jauh penguasaan itu dicapai oleh siswa. Seakan-akan pembelajaran bertujuan untuk menguasai isi dari mata pelajaran tersebut. Bagaimana keterkaitan materi ajar dengan kehidupan sehari-hari dan bagaimana materi tersebut dapat digunakan untuk memecahkan problema kehidupan, kurang mendapat perhatian. Pembelajaran seakan terlepas dari kehidupan sehari-hari, oleh karena itu siswa tidak mengetahui manfaat apa yang dipelajari, seringkali tidak tahu bagaimana cara mengimplementasikan apa yang telah dipelajari dalam kehidupan siswa.
Berbicara mengenai pendidikan, maka tidak terlepas dari bagiannya yaitu kurikulum. Suryadi dan Budimansyah (2004: 180) mengemukakan bahwa kurikulum sekolah dewasa ini, cenderung menjadi satu-satunya ‘kambing hitam’ yang dituduh sebagai faktor yang mengakibatkan rendahnya mutu pendidikan. Berbagai program peningkatan mutu pendidikan telah dilakukan melalui pembakuan kurikulum sekolah tahun 1975-1976, perubahan kurikulum 1984, dan perubahan kurikulum 1994. Sampai saat ini masih terdapat beberapa masalah yang masih menghambat upaya peningkatan mutu yang sebenarnya boleh jadi bukan disebabkan oleh masalah kurikulum sekolah yang tertulis. Permasalahan-permasalahan itu adalah sebagai berikut: (a). Proses pembelajaran yang masih terlalu berorientasi terhadap penguasaan teori dan hafalan dalam semua bidang studi menyebabkan pengembangan kemampuan belajar dan penalaran bagi para siswa sebagai inti dari keberhasilan pendidikan menjadi terhambat bahkan cenderung terabaikan. (b). Kurikulum sekolah yang terlalu terstruktur dan sarat beban mengakibatkan proses pembelajaran di sekolah menjadi steril dengan keadaan dan perubahan lingkungan fisik dan sosial yang terjadi di lingkungan. Keadaan ini menjadikan proses belajar menjadi rutin, tidak menarik, dan tidak mampu memupuk kreatifitas baik untuk murid, guru maupun pengelola pendidikan di sekolah-sekolah untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang inovatif. (c). Proses pendidikan dan pembelajaran yang belum dikendalikan oleh suatu sistem penilaian yang terpercaya telah menyebabkan mutu pendidikan belum termonitor secara teratur dan objektif. Sulitnya melakukan perbandingan mutu pendidikan antarwilayah, antardaerah, antarwaktu, antarnegara, dan sebagainya menyebabkan hasil-hasil evaluasi pendidikan tidak bisa berfungsi sebagai sarana umpan balik bagi penyempurnaan pendidikan.
Berdasar pada masalah diatas, tentu perlu ada langkah-langkah startegis agar pendidikan di Indonesia ini dapat memberi bekal kepada peserta didik dengan kecakapan hidup, yaitu kemampuan dan keberanian menghadapi peroblema kehidupan, kemudian secara kreatif menemukan sebuah solusi serta mampu untuk mengatasinya. Dengan bekal kecakapan hidup yang baik diharapkan para lulusan dapat untuk memecahkan problema kehidupan yang diahadapi, termasuk mencari atau menciptakan lapangan pekerjaan bagi lulusan yang tidak melanjutkan pendidikannya.
Model pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru merupakan suatu elemen yang memiliki peran yang sangat vital untuk mewujudkan kualitas siswa mulai dari proes sampai lulusan (output) pendidikan. Disini guru sebagai seorang pendidik, so… guru memegang peranan yang sangat penting untuk mengolah isi materi yang akan disampaikan di kelas, guru selain menjadi seorang pendidik dalam kelas, guru juga mempunyai fungsi sebagai seorang pemimpin di kelas, yang memiliki peranan penting untuk memberikan pengajaran kepada siswa walaupun mereka datang dari latar belakang yang tidak sama untuk menjadikan mereka sebagai warga negara yang baik dan cerdas dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang demokratis, dan menjadikan mereka sebagi siswa yang dapat ikut serta dalam memiliki pemikiran yang baik bagi bangsanya.

*Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang 2010

Satu pemikiran pada “MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEWARGANEGARAAN (CIVICS SKILL) SISWA DENGAN PEMBELAJARAN MODEL PROJECT CITIZEN

  1. mas ada materi civic skiil yang jenjang smp ngga? saya lagi butuh buat nyusun skripsi! thanks……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s