DEMOKRATISASI DAN KESETARAAN MENURUT PANDANGAN ALEXIS DE TOCQUEVILLE


Oleh: Moh Syaiful Hafid

 

Alexis memandang kesetaraan (equality) di Amerika dan sebagian negara Eropa berasal dari proses industrialisasi dan komersialisasi. Yang mampu mengubah struktur dan pola interaksi manusia yang feodal dan komunalis, yang memberikan hak istimewah kepada kaum aritokrat, menjadi demokratis dan individualis dengan kesetaraan masyarakat yang dimilikinya melalui urbanisasi dan mobilitas sosial. Jadi dapat disimpulkan bahwa Alexis memandang bahwa pemberian hak pilih kepada semua warga tanpa terkecuali mulai dari majikan sampai pelayan, dari tuan dan buruh tidak menyebabkan terjadinya anarki. Karena dalam pembagian kekuasaan ini dilakukan secara seimbang baik dari sisi legislative, eksekutif, dan yudikatif. Di samping itu masyarakat Amerika berbeda dengan bagian negara lain, di Amerika terdapat partisipasi secara aktif dalam dunia politik lokal, opini publik, dan sebagainya.

Pandangan Alexis tentang demokrasi diibaratkan sebagai pisau bermata dua, dalam arti demokrasi mempunyai dua pandangan yang berbeda. Di satu sisi, karena kesetaraan individu dan tidak ada lagi yang berkuasa, seperti kaum aritokrasi yang pada zaman dahulu adalah penguasa maka kebutuhan akan kekuasaan akan meningkat. Dan akan membentuk tirani baru yaitu tirani mayoritas karena yang cenderung menjadi penguasa dominan adalah negara atau pemerintah. Di sisi lain kesetaraan individu dalam konteks masyarakat komersial akan mendorong individu untuk menemukan kebahagiaan sesaat dan bersaing untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri, sehingga muncul dampak negatif pada pandangan kedua ini, yaitu patriotisme, heroisme, dan hasrat untuk menegakkan kejayaan negara memudar (luntur), selain membawa dampak negatif pandangan ini juga memberikan sumbangan positif yang mampu meningkatkan kesejahteraan, perdamaian, serta situasi tenang dan bahagia pada masyarakat.

Demokrasi di Amerika adalah demokrasi yang menghasilkan kesetaraan yang tidak berdampak negatif. Alasanya yaitu, pertama apabila dilihat dari tat letak geografis, Amerika adalah benua baru yang memiliki lahan luas sehingga tidak perlu memikirkan adanya ekspansi, baik negara sendiri atau negara asing, yang mengakibatkan perang besar. Ke dua, karena ketiadaan perang, Amerika adalah negara yang menjadi sentral bagi negara-negara diseluruh dunia, negara sentralis tidak dibutuhkan. Sebaliknya negara desentralis (federalisme) berkembang. Kensekuensi dari federalism adalah keputusan penting dapat diputuskan pada tingkat lokal, tumbuhnya partisipasi publik yang terlihat dari berbagai aktivitas sosial, politik dan keagamaan. Ke tiga, kebudayaan dan adat istiadat menjadi pusat motivasi. Konsekuensi logis daris sejarah panjang migrasi ke Amerika yang berasal dari bahasa yang relatif sama, berimigrasi ke negeri yang relative sama dan dengan agama yang sama adalah suatu sinergi yang mampu mendorong individu untuk bekerja keras, disiplin dalam membangun solidaritas, dan mandiri. Ketiga hal di atas menurut alexis yang mampu melemahkan dampak negatif dari kesetaraan yang dihasilkan oleh demokrasi di Amerika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s